Senin, 14 April 2014

Rasio keuangan adalah angka yag diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan ( berarti ). Misalnya antara utang dan modal, antara kas dan Aset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan dan sebagainya.
Adapun Jenis-jenis rasio keuangan antara lain adalah :
1.      Rasio liquiditas adalah menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dapat dihitung melalui  sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan utang lancar.
Ada tiga jenis rasio yang digunakan untuk mengukur liquiditas yaitu rasio kas, rasio lancar (current ratio), dan rasio cepat.
a.       Rasio kas merupakan darah sebuah bisnis. Tanpa kas sebuah perusahaan tidak dapat mengkaji karyawan dan memenuhi kewajiban kepada kreditor. Bahkan bisnis yang menguntungkan dapat gagal tanpa adanya jumlah kas yang cukup. Salah satu ukuran ketersediaan kas adalah rasio kas
b.      Rasio lancar ini menunjukkan sejauhmana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dapat dibuat dalam bentuk berapa kali atau dalam bentuk presentasi.apabila rasio ini 1:1 atau 100% ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar. Rasio lancar yang lebih aman adalah jika berada diatas 1 atau diatas 100%. Artinya aktiva lancar harus jauh diatas jumlah utang lancar.
c.       Rasio cepat merupakan alat uji liquiditas yang lebih ketat daripada rasio lancar. Rasio cepat membandingkan aset cepat, yang didefinisikan sebagai kas dan aset yang dekat dengan kas, terhadap kewajiban lancar. Aset cepat meliputi kas, investasi jangka pendek, dan piutang dagang ( bersih dari cadangan kerugian piutang ). Persediaan dihilangkan dari aset cepat karena ketidakpastian saat kas masuk terkait dengan penjualan persediaan tersebut. Biaya dibayar dimuka juga tidak dimasukkan dalam perhitungan rasio cepat.
2.      Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan diliquidasi. Rasio ini dapat dihitung dari pos-pos yang sifatnya jangka panjang seperti aktiva tetap dan utang jangka panjang. Rasio solvabilitas antara lain :
a.       Rasio utang atas modal
Rasio ini juga bisa dapat menggambarkan sejauhmana modal pemilik dapat menutupi utang-utang kepada pihak luar semakin kecil rasio ini maka semakin baik. Rasio ini disebut juga rasio revelage. Untuk keamanan pihak luar rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah utang atau minimal sama namun bagi pemegang saham atau manajemen rasio revelage ini sebaiknya besar.
b.      Debt Service Ratio ( Rasio Pelunasan Utang )
Rasio ini menggambarkan sejauhmana laba setelah dikurangi bunga dan penyusutan serta biaya nonkas dapat menutupi kewajiban bunga dan pinjaman. Semakin besar rasio ini semakin besar kemampuan perusahaan menutupi utang-utangnya perusahaan yang sehat mestinya laba yang diperoleh melebihi kewajiban pembayaran atau pelunasan utang.
c.       Rasio Utang Atas Aktiva
Rasio ini memunjukan sejauhmana utang yang ditutupi oleh aktiva lebih besar rasionya lebih aman ( Solvable ). Bisa juga dibaca porsi utang dibanding dengan aktiva. Supaya aman porsi utang terhadap aktiva harus lebih kecil.
3.      Rentabilitas/Profitabilitas
Rasio Rentabilitas atau disebut juga Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba tersebut juga Operating Ratio. Beberapa jenis rasio rentabilitas ini dapat dikemukakan seagai berikut :
a)      Margin Laba ( Profit Margin )
Angka ini menunjukan berapa besar presentasi pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.

b)      Aset turn over ( Retrun on Aset )
Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan. Semakin besar rasio ini semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat berputar dan meraih laba.
c)      Retrun on Investment ( Retrun on Equity )
Rasio ini menunjukan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modal pemilik semakin besar semakin bagus.
d)     Retrun on Total Aset
Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva
e)      Basic Earning Power
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba diukur dari jumlah laba sebelum dikurangi bunga dan pajak dibandinkan dengan total aktiva semakin besar rasio semakin baik.
f)       Earning Per Share
Rasio ini menunjukkan berapa besar kemampuan perlembar saham menghasilkan laba.
g)      Contribution Margin
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan melahirkan laba yang akan memutupi biaya-biaya tetap atau biaya operasi lainnya. Dengan pengetahuan atas rasio ini kita dapat mengontrol pengeluaran untuk biaya tetap atau biaya operasi sehingga perusahaan dapat menikmati laba.
h)      Ratio Rentabilitas
Rasio ini bisa juga digambarkan dari segi kemampuan karyawan, cabang, ativa tertentu dalam meraih laba. Misalnya kemampuan karyawan perkepala meraih laba dapat dihitung.